AUTOBIOGRAPHY OF MOCHAMAD RAMADHAN. S. P

Nama saya mochamad ramadhan satrio pratomo....saya anak ke 3 dari 3 bersaudara..dua kaka saya perempuan..sedangkan saya cowo sendiri.....saya lahir di jakarta tanggal 14-03-1992...riwayat pendidikan saya d mulai ketika saya umur 5 tahun..saya sekolah d TK Bina Al-Ikhsan..lanjut ke sekolah dasar yaitu sdn waringin II..yng sekarang berganti nama menjadi sdn kayuringin jaya 5..tapi ketika saya memasuki kelas 5 sd..saya d suruh pindah oleh orang tua saya...dikarenakan sd yng saya tempati tingkat kelulusannya rendah...lalu saya pindah ke sdn kayuringin jaya I...setelah lulus sd..saya melanjut mendaftar ke smp 7 bekasi..dan alhamdulillah saya keterima di smp negeri 7 bekasi..setelah lulus dari smp..saya melanjutkan ke sma negeri 8 bekasi..ketika saya lulus dari sma 8 bekasi...saya mendaftar snmptn lalu ketika melihat hasilnya..tidak ada yng d terima satupun..mungkin d karenakan saya bloon.....kwkwkwkwkwkk...lalu saya di suruh bapak saya untuk melanjutkan kuliah d bandung...yaitu d unjani...mrngambil tekhnik mesin....tetapi di karenakan saya tidak bisa memegang obeng..saya memutuskan untuk berhenti..karena tidak sesuai dengan keinginan saya..dan akhirnya saya harus bertengkar denga orangtua saya....dan akhirnya saya harus melanjutkan dari awal lagi..yaitu masuk universitas gunadarma..dengan jurusan yng berbeda...yaitu sistem informasi...hingga sekarang saya sam[ai semester 4

cerita cerita menarik ketika saya kuliah..yaitu ketika mata kuliah ptsi..ketika itu saya tertidur pulas dikelas..ketika minggu berikutnya saya masuk dan saya menanyakan kepada dosennya kebetulan dosennya waktu itu pak indra.."pak kenapa saya gak d absen minggu kemarin"..lau pak indra menjawab "kamu kan ketika waktu saya sedang mengajar kmu tidur dikelas"......lalu cerita lainnya ketika saya ulangtahun yang ke 20 tahun....sudah menjadi tradisi anak-anak 1ka41 ketika ulang tahun di ceburin ke kolam lumba-lumba..dan parahnya sampai motor saya di kasih telur dan terigu..membuat saya harus mencuci motor malam-malam..bisa di bilang ulangtahun saya paling parah..karena sampai di gesek di tiang basket dan sampai di ceburin dua kali...cerita selanjutnya ketika uts pkn..waktu itu saya pergi bersama orangtua saya..ketika itu perjalanan macet..sehingga membuat saya terburu-buru sampai ke kampus..dan harus naik ojek.. agar tidak terlambat..yang parahnya saya harus pulang dahulu ke rumah untuk mengambil contekan yang saya buat..karena setiap kali uts ataupun uas..saya selalu menyontek..dikarenakan saya tidak pernak belajar....itulah cerita-cerita ketika saya kuliah di universitas gunadarma..

mungkin hanya sampai di sini cerita hidup saya yang bisa saya ceritakan....mohon maaf kalau banyak cerita tentang hidup saya yang tidak bisa saya ceritakan..mungkin bisa dibilang pribadi...wkwkwkwkwkwk


0 comments:

Alasan kenapa kita harus berdoa

Alasan Kenapa Kita Harus Berdoa

1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian

Referensi : http://www.whooila.com/2012/04/alasan-kenapa-kita-harus-berdoa.html

0 comments:

Jilbab, Antara Gaya Dan Rekonstruksi diri


Dalam salah satu tulisannya, James Danandjaja mencatat bahwa era tahun 80-an merupakan awal munculnya kecenderungan baru di kalangan perempuan muslim terutama di kalangan remaja untuk mengenakan pakaian yang menutupi tubuh dari kepala hingga kaki. Menurut Danandjaja, kecenderungan ini semakin meluas tidak saja dipraktikkan oleh para perempuan muda, tetapi juga oleh generasi yang lebih tua. Misalnya saja para perempuan muslim yang pulang dari naik haji cenderung untuk mengenakan pakaian – yang disebutnya sebagai - gaya Arab. Sebagian besar dari mereka hanya memakai pakaian semacam itu selama sekitar empat puluh hari pertama dan kemudian kembali pada pakaian Barat, namun beberapa diantaranya tetap mengenakannya secara permanen (Danandjaja, 2005: 375). Pakaian gaya Arab yang dimaksud oleh Danandjaja adalah busana yang saat ini populer dengan sebutan jilbab.

Perjalanan panjang pemakaian jilbab di Indonesia memang tergolong keras dan berliku. Sejak masa penjajahan dahulu, pemakaian jilbab sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru (istilah jilbab berarti pakaian terusan panjang yang menutup seluruh tubuh, tetapi di Indonesia lebih mengacu pada kerudung atau penutup kepala, dan kadang diartikan pula sebagai busana yang menutup aurat perempuan. Untuk memudahkan pembicaraan, jilbab disini mengacu pada istilah kerudung). Para siswi sekolah-sekolah thawalib di Sumatera Barat misalnya, sudah menggunakan kerudung yang dikenal dengan istilah balilik (berlilit mengacu pada cara memakai kerudung yang dililitkan di kepala). Begitu juga dengan para pelajar dari sekolah-sekolah semacam Mu’alimat Muhammadiyah. Namun ada pula kebiasaan memakai jilbab yang muncul karena adat seperti para perempuan dari Rimpu di wilayah Bima (NTB). Kebiasaan memakai jilbab bagi mereka bukan karena kesadaran konsep menutup aurat seperti yang diperintahkan agama tetapi disifati sebagai tuntutan adat semata (Jamil, 2002: 11).

Tahun 70-an dicatat sebagai tahun munculnya gelombang kebangkitan pemeluk Islam di dunia internasional yang gaungnya merambah ke segala penjuru, termasuk ke Indonesia. Sejak saat itu, berbagai kajian keislaman diadakan oleh organisasi-organisasi bernafaskan Islam yang membuahkan kesadaran baru bagi perempuan muslim untuk menutup aurat. Selama kurun waktu 80-90-an jumlah pemakai jilbab terus bertambah, utamanya di kalangan mahasiswa dan pelajar. Namun bersamaan dengan itu, muncullah represi pemerintah (Orde Baru) lewat tangan-tangan birokrsinya yang tidak mengizinkan penggunaan busana muslimah secara bebas, terutama di lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah.

Orde Baru yang tengah berkuasa pada saat itu menganggap pemakaian jilbab sebagai semacam pernyataan politik seseorang. Memakai pakaian muslim dianggap sebagai semacam pakaian tempur dalam perlawanan terhadap suatu lingkungan non-Muslim atau masyarakat Muslim abangan, sebagaimana persepsi yang dimiliki pemerintah kolonial di masa lampau. Terhadap pakaian gaya Arab, pemerintah Hindia Belanda sering menafsirkannya sebagai salah satu dari banyak “kebangkitan Islam”. Hal ini diadopsi pemerintah Orde Baru yang khawatir pemakaian jilbab yang meluas akan mengakibatkan meningkatnya gejala yang mereka deskripsikan sebagai partikularistis – yaitu sentimen-sentimen Islami (Van Dijk, 2005: 81). Namun akhirnya setelah melalui tarik ulur yang cukup lama, tahun 1991 pemerintah mengeluarkan SK No. 100 yang intinya membolehkan penggunaan jilbab di setiap lembaga pendidikan (Jamil, 2002: 11). Sejak saat itu, laju pemakaian jilbab hampir tak dapat dibendung lagi.


DARI IDA ROYANI HINGGA GITA KDI

Saat ini di ruang-ruang publik, jilbab sudah menjadi pemandangan yang semakin umum. Hampir tidak ada satu tempat, kalangan, atau lembaga pun yang tidak tersentuh jilbab. Di kantor, lembaga –lembaga pemerintah, LSM, hotel, rumah sakit, kalangan ilmuwan, pejabat negara, artis, buruh, pengusaha, semua telah tersentuh jilbab. Berbagai jenis dan model jilbab yang anggun pun semakin banyak dikreasikan.

Menarik diamati, mode jilbab yang yang dikenakan dari satu era ke era selanjutnya ternyata tak lepas dari adanya tren tertentu. Di tahun 80-an, dikenal jilbab a la Ida Royani. Mantan penyanyi pop era 70-an ini memiliki sebuah butik busana muslim. Busana yang dijual sebagian besar amatlah mahal, sekitar 600.000 rupiah (Danandjaja, 2005: 375). Walau sebagian orang Jakarta yang kaya mampu membelinya, namun busana butik Ida Royani sangatlah segmented. Harga dan modelnya terlalu ekseklusif untuk dipakai masyarakat kebanyakan, tetapi hal ini memang merupakan langkah strategis Ida agar kalangan menengah dan atas tidak segan untuk berjilbab. Model gaun-gaun dari butik Ida Royani mempunyai ciri yang khas, yaitu warna-warna polos, penuh dengan draperi, dan terkesan boros kain.

Tahun 90-an, muncul artis Neno Warisman yang mode jilbabnya jadi panutan masyarakat. Neno selalu memakai kerudung ganda. Caranya adalah dengan memakai jilbab dasar, kemudian dilapisi dengan kerudung segitiga atau selendang ringkas dengan warna lain. Saat itu, hampir setiap acara resmi semisal resepsi pernikahan atau wisuda, penulis selalu melihat para perempuan pemakai jilbab meniru gaya Neno Warisman.

Di tahun 2000-an mode jilbab tambah seru seiring menjamurnya toko-toko dan butik-butik busana muslim di kota-kota kecil hingga kota-kota besar, terutama di Jawa. Tetapi lagi-lagi para artislah yang menggiring ke arah mana angin tren bertiup. Salah satu artis tersebut adalah Inneke Koesherawaty. Artis yang di era 80-an terkenal dengan film-film panasnya, di tahun 2000-an menghebohkan publik Indonesia dengan keputusannya untuk berjilbab. Saat itu dia menyatakan menyesali apa yang telah dilakukannya dalam dunia keartisan Dengan berjilbab Inneke berharap dapat merekonstruksi dirinya agar menjadi muslimah yang baik. Pemberitaan infotainmen yang mulai menjamur saat itu turut menggelembungkan popularitas Inneke. Apa yang dikenakan Inneke, dijadikan panutan oleh masyarakat. Salah satunya adalah “jilbab Inneke” yang kemudian populer. Bentuk jilbab gaya Inneke adalah memakai jilbab segitiga yang relatif kecil (tidak lebar), dililitkan ke leher, kemudian dimasukkan ke dalam kerah baju. Untuk mempermanis penampilan, bisa pula ditambahkan selembar – semacam syal – kecil dengan warna lain yang sesuai untuk dililitkan lagi di atas jilbab dasar. Gaya ini cukup lama bertahan, bahkan sampai sekarang. Para eksekutif muda perempuan, mahasiswi, dan ibu-ibu muda amat gemar menggunakan “gaya Inneke” ini.

Selain Inneke, ada pula artis kecil yang telah beranjak remaja yang turut mewarnai tren jilbab, yaitu Marshanda. Pada penampilannya di bulan Ramadhan tahun 2003, selain menggebrak pasaran lagu religius Islam dengan albumnya “Allah” serta penampilan berjilbabnya di sinetron “Bidadari”, apa yang dikenakan Marshanda menjadi tren di masyarakat. Hampir semua tempat yang menjual busana muslim menyediakan kerudung jenis ini, “kerudung Marshanda”. Bentuk kerudung ini simpel dan instan, yaitu berupa kerudung segitiga yang bertali di bagian kepala serta bertaut di bagian leher. Tidak perlu peniti, cukup dipaskan di kepala dan diikat. Selain itu, ada pula model lain, yaitu “kerudung Lutfiah Sungkar”. Hajjah Lutfiah Sungkar adalah seorang penceramah agama yang mengisi acara tetap disebuah televisi swasta nasional. Penampilannya memang khas, dengan jilbab dasar yang kemudian dilapisi dengan selendang lebar yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya. “Kerudung Lutfiah Sungkar” digemari terutama oleh ibu-ibu.

Berbagai gaya yang terinspirasi para sebriti idola publik tersebut ternyata tidak seheboh yang paling mutakhir saat tulisan ini dibuat. Di awal tahun 2006 ini marilah sejenak kita cermati model seperti apa yang sedang digandrungi. Berdasar pengamatan penulis, sejak pertengahan tahun 2005 lalu, di ruang-ruang publik hampir semua perempuan muslim mulai mengenakan penutup yang bermodel sama di kepalanya. Ini adalah fenomena yang langka, karena se-tren apapun suatu gaya jilbab, belum pernah terlihat begitu masif seperti model tersebut. Model jilbab yang dimaksud adalah jilbab berbahan kaos (semacam bahan kaus untuk membuat blus strech yang biasanya ketat), berlapis spon dan membentuk ‘kanopi’ di bagian dahi dengan pola jahit tindas horizontal. Pola jahitan jilbab ini sangat inovatif karena menghasilkan penutup kepala yang bila dipakai akan membentuk kepala dan sekeliling leher secara ketat, tetapi sekaligus berdraperi. Coraknya bermacam-macam, mulai dari yang polos hingga berbunga-bunga. Warnanya juga sangat beragam, mulai dari warna cerah hingga warna gelap. Hebatnya, semua perempuan muslim sepertinya suka dengan jenis ini.

Dalam setiap kesempatan penulis ketika harus melakukan interaksi sosial di tengah masyarakat, kecenderungan ini sungguh dahsyat. Dalam semua kesempatan : arisan ibu-ibu, menjenguk bayi, menjenguk orang sakit, di majelis-majelis taklim, bahkan di layar-layar televisi, semua perempuan yang tampil berjilbab, hampir dipastikan sebagian besar memakai model ini. Lalu, darimana sumber inspirasi model jilbab ini?

Berdasar penelusuran penulis dari toko-toko ataupun dari mengorek info ke para perempuan berjilbab, semua menyatakan bahwa model ini dinamai “jilbab Gita KDI”. KDI merupakan singkatan Kontes Dangdut TPI. Sebenarnya memang akan terasa agak membingungkan ketika ada seorang pemakai jilbab menjadi penyanyi dangdut. Tetapi begitulah kenyataannya, citra pemakai jilbab sekarang tidak lagi dicap ‘angker’ sebagaimana awal kemunculannya dulu. Kontes dangdut ini adalah salah satu acara andalan stasiun televisi TPI (Televisi Pendidikan Indonesia), yang sengaja dibuat demi menyaingi kontes-kontes sejenis tetapi yang beraliran musik pop semacam AFI (Akademi Fantasi Indosiar) atau Indonesian Idol di RCTI. Hingga saat ini KDI telah diselenggarakan hingga KDI 3 (KDI 4 masih menggelar audisi ketika tulisan ini dibuat). Salah satu pemenang KDI 2 tahun 2004 yang lalu adalah Gita, seorang perempuan muda berjilbab. Penampilannya yang berbeda dengan pedangdut pada umumnya, menarik simpati publik dan menghantarkannya menjadi pemenang kontes yang dianggap cukup bergengsi di kalangan pecinta musik dangdut ini. Pada malam-malam menjelang final hingga malam final puncak acara, Gita selalu mengenakan jilbab khas (dengan gambaran seperti yang telah dijelaskan tersebut di atas). Rupanya, jilbab yang dipakai Gita ini sekarang menjadi kerudung ‘sejuta umat’.


BEBERAPA ALASAN

Henk Schulte Nordholt (2005: 47) memberikan perhatian lebih jauh mengenai berbagai subjek yang berkaitan dengan tema penampilan luar dengan mengetengahkan suatu pernyataan :

Susan Brenner telah mencoba untuk menjelaskan mengapa para perempuan muda dan terpelajar di Jawa Tengah memilih memakai kerudung. Suatu pendekatan struktural mungkin akan mengungkapkan bahwa perempuan-perempuan ini adalah subjek tekanan eksternal dan bahwa “pilihan” mereka merupakan hasil dari sistem yang didominasi oleh pria. Sebaliknya, Brenner memperlihatkan bahwa para perempuan itu sendiri memutuskan untuk mengubah pakaian mereka sebagai proses kesadaran diri dan rekonstruksi diri. Cara berpakaian yang baru menyebabkan mereka mengubah perilaku.

Penulis sependapat dengan pernyataan di atas. Akan tetapi sayangnya, dalam buku tersebut dijelaskan bahwa penelitian Susan Brenner belum dipublikasikan sehingga kita belum dapat mengetahui poin-poin secara lengkap pemikiran yang disuguhkan Brenner. Menurut pendapat penulis, berdasarkan alasannya, pemakai jilbab dapat dibagi dalam dua kategori : yang pertama adalah mereka yang berjilbab dengan alasan sekedar sebagai gaya, (dan) atau sebagai ‘pengguguran kewajiban’ dalam kehidupan sosial. Yang kedua adalah mereka yang berjilbab dengan alasan sebagai upaya proses kesadaran diri dan rekonstruksi diri sebagaimana yang dinyatakan oleh Brenner.

Konsep jilbab didasarkan pada kewajiban agama Islam bagi pemeluknya untuk menutup aurat dengan jilbab. Aurat perempuan menurut Islam adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Aurat tidak boleh diperlihatkan kecuali terhadap suami atau mahramnya (saudara atau kerabat dengan kriteria tertentu), yang implikasinya secara umum mewajibkan perempuan menutup auratnya terutama bila di luar ataupun keluar rumah. Pada prakteknya, tidak semua perempuan muslim mempunyai pemahaman dan kesadaran yang sama mengenai konsep tersebut walaupun wejangan agama dalam berbagai kajian keislaman seringkali menyinggung hal ini. Di sisi lain tokoh-tokoh agama sebagian besar adalah tokoh yang berpengaruh dalam membentuk opini di tengah masyarakat tradisional dan mampu mempengaruhi kontrol terhadap masyarakat. Maka terjadilah suatu kompromi antara para perempuan dengan para tokoh agama (menurut pendapat saya, yang patut dicatat di sini adalah bahwa ‘tokoh agama’ yang dimaksud bukanlah representasi dari dominasi pria karena saat ini mulai muncul para dai perempuan yang justru banyak memberi andil). Kompromi itu terwujud misalnya dengan jilbab yang dikenakan hanya ketika mengikuti acara-acara bertema keagamaan. Selebihnya, dalam kondisi-kondisi yang seharusnya menutup aurat, banyak perempuan muslim yang tidak melakukannya.

Di bagian lain, penulis menemui para pemakai jilbab yang mengenakan jilbab lebih karena alasan gaya. Bagi sebagian orang, mengenakan jilbab memberi keuntungan-keuntungan secara fisik misalnya untuk menutupi kekurangan tubuh atau sekedar menarik respek dari orang lain. Ada pula yang mengenakan jilbab tanpa alasan yang spesifik, lebih karena “pengen aja”, “kayaknya enak”, dan sebagainya.

Pada kategori kedua, berdasarkan kesaksian yang penulis kumpulkan, para pemakai jilbab dengan alasan sebagai upaya proses kesadaran diri dan rekonstruksi diri mempunyai pola yang khas. Pola-pola itu biasanya diawali dengan adanya suatu kondisi semacam mental shock dari suatu peristiwa yang dialami, berlanjut dengan perenungan diri yang kemudian memunculkan dorongan internal untuk berjilbab, yang biasanya revolusioner. Pola ini terjadi di semua kalangan, termasuk kalangan selebriti. Misalnya saja pengakuan Ratih Sang, seorang peragawati senior Indonesia (dalam sebuah tayangan televisi “Ngaji Yuuk” yang dipandu ustadz Jefri Al Buchory di SCTV saat Ramadhan tahun 2005 yang lalu). Ketika Ratih Sang ditanya oleh pemandu acara apa alasan Ratih untuk berjilbab, Ratih menjawab bahwa kesadarannya muncul tahun 2002 lalu ketika ayahandanya meninggal dunia. Saat itu Ratih merasa sangat kehilangan serta amat terpukul.

Saya merasa sedih sekali. Saat itu saya teringat dengan salah satu hadits nabi, bahwa orang yang meninggal tidak akan membawa apapun kecuali sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang sholeh. Satu hal yang kemudian saya pikirkan adalah : saya ingin jadi anak sholeh bagi ayah saya. Selama ini saya merasa belum sholeh sama sekali. Nah, dari situlah saya tergerak untuk berjilbab, karena berjilbab adalah salah satu hal yang diperintahkan Allah yang saya belum melakukannya.

Ratih tidak menganggap jilbab sebagai penghalang profesinya, sementara profesi peragawati masih dianggap kontradiktif dengan penampilan berjilbab. Sebagai kompromi, Ratih Sang menciptakan genre modeling Islami dengan mendirikan sekolah mode, menerbitkan majalah, dan mengadakan even-even peragaan busana Islami.

Pola serupa juga dialami oleh Ida Royani. Dalam sebuah infotainmen “Ceriwis Yo Wis” di Trans TV bulan November 2005 lalu, Indy Barens sang pembawa acara menanyai Ida Royani mengenai hal apa yang mendorong Ida hingga tergerak untuk berjilbab. Saat itu Ida Royani menjelaskan bahwa sebelum berjilbab dia adalah artis yang ‘semau gue’ dalam berpakaian. Misalnya saja ketika dia memutuskan untuk memakai celana jeans gaya robek-robek, Ida tidak sekedar bercelana robek di lutut, tetapi robeknya dia sengaja di bagian pangkal paha atau bahkan di pantat. Suatu hal yang dianggap ‘berani’ kala itu. Namun suatu hari Ida yang ‘badung’ mendatangi suatu pengajian, dimana pemberi wejangan menyinggung masalah menutup aurat.

Nah, pak ustadz-nya itu mengatakan bahwa menurut Qur’an perempuan muslim yang kelihatan rambutnya, walau sehelai sekalipun, dia akan diazab sama Allah di neraka. Sama saja, rambut di atas sama rambut di bawah, semuanya hukumnya haram kalau tidak ditutup. Ya cuma sesimpel itu aja pengajian yang saya denger. Saya cukup shock mendengar hal itu. Tapi entah kenapa, saya kemudian selalu memikirkannya. Saya kemudian jadi banyak tanya ke orang-orang yang saya anggap lebih tahu...sampai akhirnya saya putuskan untuk mantap berjilbab. Alhamdulillah sampai sekarang.

Bagi perempuan berjilbab pada ketegori kedua ini, berjilbab adalah suatu dorongan internal dan sama sekali tidak berasal dari tekanan eksternal. Berdasar pengamatan penulis, memang ada pemakai jilbab yang memakai jilbab karena paksaan orang lain, akan tetapi biasanya tidak kita dapati ke-konsisten-an antara pakaian dengan perilakunya, ataupun ke-konsisten-an dalam pemakaiannya. Pemakai jilbab hasil paksaan akan melepaskan jilbabnya begitu ada kesempatan. Kondisi ini berkebalikan dengan pemakai jilbab yang didorong keinginan diri sendiri. Dia tidak akan melepas jilbabnya – bahkan menganggap perintah tersebut sebagai penghinaan besar – dalam kondisi apapun sejauh sesuai aturan dalam Islam. Pemakai jilbab dengan dorongan internal biasanya akan berusaha sekuat tenaga untuk segera berjilbab begitu keinginan itu muncul, untuk kemudian memakainya sekonsisten mungkin. Pada saat itu, mereka akan berusaha agar pakaian mereka dapat memberi dampak rekonstruktif bagi kepribadiannya.


PENUTUP

Dua kategori berdasar alasan sebagaimana diuraikan di atas, keduanya menurut hemat penulis sesungguhnya sama-sama bernilai rekonstruktif. Bagi kalangan yang menggunakan jilbab sebagai sekedar gaya atau sebagai kompromi sosial, masih ada harapan untuk mengubahnya menjadi suatu kesadaran. Bagi kategori kedua, kehadiran mereka akan sedikit banyak memberi pengaruh bagi kategori pertama. Akan tetapi jilbab hanyalah salah satu dari serba-serbi berpakaian. Keberadaannya merupakan bagian dari untaian peristiwa budaya yang dinamis dan berubah. Dalam dimensi sosial, apabila spirit jilbab yang bermakna rekonstruksi dapat diterapkan dalam struktur sosial, maka akan memunculkan rekonstruksi sosial yang lebih baik serta menghapus kekecewaan masyarakat saat ini terhadap konstruksi sosial yang ada.

Kepribadian tidak dapat diukur dengan pakaian, akan tetapi cara berpakaian seseorang akan mencerminkan kepribadian seseorang. Melalui pakaian, dandanan, dan tingkah laku pada tiap-tiap masa menyiratkan sebuah pernyataan yang sangat kuat tentang kelas, status, dan gender. Perubahan-perubahan dalam penampilan tubuh menawarkan petunjuk-petunjuk transformasi sosial yang luas (Taylor, 2005: 121).
Fenomena jilbab dapat pula dimaknai sebagai gejala komodifikasi (menjadi komoditas) di pentas konsumsi massa. Ketika kerudung dan jilbab serta fashion Islami lain kian menjadi salah satu ikon gaya hidup dalam fashion, dan mulai menjadi bisnis besar, serta banyak dipakai para artis dalam dunia hiburan seperti sekarang ini, maka hal ini tak ubahnya dengan memberi label “Islamisasi” dalam perilaku konsumtif di dunia mode dan shopping. Padahal mungkin yang terjadi sebenarnya adalah kapitalisasi Islam atau penaklukan semangat keagamaan oleh pasar, dunia bisnis, atau kapitalisme itu sendiri (Ibrahim, 2004: 11).
Referensi : http://gayahidupremaja-adi.blogspot.com/2011/10/jilbab-antara-gaya-dan-rekonstruksi.html

0 comments:

Cinta Tanah Air

CINTA TANAH AIR Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.
Bagaimana dengan saat ini, masih adakah diantara kita yang mencintai tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri? Atau pertanyaan ini pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan? Siapa yang masih perlu mecintai tanah air dan bangsa Indonesia? Yang penting asal kita bisa hidup cukup sandang, pangan dan papan sudah cukup, kalau ada kelebihan sedikit untuk bisa jalan-jalan ke mall, makan enak di café, atau pergi karaokean kan sudah cukup, untuk apa mikirin cinta tanah air dan bangsa! Bahkan kalau mungkin bisa punya rumah yang megah, mobil mewah, dan menyekolahkan anak keluar negeri, setiap tahun bisa liburan kemana kita mau pergi kan sudah lebih dari cukup! Tapi masih ada juga dari bangsa kita yang bergulat dengan kemiskinan untuk makan saja susah dan tinggal di rumah yang lebih mirip kandang dari pada disebut rumah, dan jumlahnya juga tidak sedikit bisa mencapai 50 juta jiwa bangsa Indonesia, apakah masih ada perlunya mencintai tanah air dan bangsa?.
Apakah masih relevan kita mencintai tanah air dan bangsa pada zaman globalisasi ini? Bukankah tanah air dan bangsa ini sudah nggak jelas batas-batasnya dengan adanya era globalisasi? Ada internet yang menghubungakan setiap orang untuk bisa berhubungan satu sama lain setiap saat keseluruh dunia. Belum lagi adanya Hand Phone atau kalau diluar negeri lebih dikenal dengan nama Mobile Phone, yang juga kita bisa berhubungan dengan siapapun ke hampir seluruh pelosok dunia. Kalau secara fisik mau bertemu ada yang namanya penerbangan murah yang siap menerbangkan kita kemana saja dengan harga yang murah (bagi yang terjangkau). Kenapa kita mau membatasi hanya tanah air dan bangsa Indonesia saja.
Kita juga bisa bertanya apakah bangsa Amerika, bangsa Jepang, bangsa China, bangsa Singapore (walupun kecil mereka marah kalau tidak disebut Singaporean), bangsa Malaysia, bangsa Korea masing-masing tidak lagi mencintai tanah air dan bangsa mereka sendiri-sendiri toh secara bersama-sama telah menjadi warga dunia. Saya tidak tahu jawabnya, kalau ketemu mereka kita bisa bertanya apakah mereka masih bangga menjadi bangsa mereka sendiri sebagai suatu indikasi bahwa mereka mencintai tanah air dan bangsanya atau lebih bangga menjadi warga dunia? Kita juga bisa bertanya pada diri kita sendiri kita lebih bangga menjadi bangsa Indonesia atau lebih bangga menjadi warga dunia atau mungkin lebih bangga jadi bangsa lain?
Belajar dari bangsa Korea
Ada yang konsisten yang tetap dilakukan oleh oleh mereka dalam periode dua kali kunjungan tersebut, yang mungkin masih dilakukan mereka sampai saat ini, yaitu penghormatan mereka terhadap lagu dan bendera kebangsaan mereka. Setiap hari dua kali, pagi hari menaikkan bendera dan sore hari menurunkan bendera, setiap kegiatan (kecuali kendaraan yang melaju dijalan) berhenti dan setiap orang berdiri untuk menghormati penaikan bendera dan penurunan bendera. Walaupun mereka sedang jalan, mereka berhenti, walaupun mereka sedang makan, mereka berhenti dan berdiri, walaupun sedang sekolah, sedang meeting, mereka berhenti dan berdiri. Ini jelas refleksi penghormatan pada lagu kebangsaan dan bendera kebangsaan sebagai simbolisasi kecintaan bangsa Korea pada tanah air dan bangsanya.
Ternyata melalui media TV dengan membuat film seri bertema sejarah yang dibuat dengan biaya yang luar biasa besar dengan kwalitas suara dan gambar HDTV (High Difinition TV), dengan aktor dan aktris yang hebat yang membuat kita yang menonton dibuat kagum dengan bangsa Korea dan memaksa kita mempelajari sejarah bangsa Korea. Bahkan generasi muda Korea juga dibuat tergugah dengan film seri ini ini ter-refleksi pada forum internet seperti “www.soompi.com” yang membahas dan mengikuti perkembangan dan membahas dengan atusias film seri TV tersebut.
Korea adalah kerajaan besar dengan nama Goguryeo yang mengalahkan Dinasti Han dari Cina dan menguasai area seluruh jasirah Korea sampai dengan sebagai besar Manchuria saat ini. Film seri ini memceritakan perjuangan Jumong pendiri negara Goguryeo, membentuk Dinasti yang berumur sampai 600 tahun yang akhirnya dikalahkan oleh Dinasti Tang dari China yang mendapat bantuan dari negara kecil di Korea bagian selatan, Silla.
Mungkin motivasi produsennya adalah sepenuhnya komersial, dan secara komersial memang fim seri Jumong sangat unggul dibandingkan dengan flim seri serupa buatan China, Hongkong, atau Taiwan. Tapi kenapa bisa menimbulkan gelombang kebanggaan pada masyarakat Korea, pasti ada unsur idealis semacam propaganda yang seolah-olah Korea ingin mengatakan pada dunia, ini adalah Korea yang sebenarnya yang telah pernah mengalami masa kejayaannya, tidak kalah besar dengan bangsa Cina atau Jepang .Bangsa Korea ingin menunjukan identitas nasional mereka, kecintaan mereka sebagai bangsa Korea, yang memang saat ini sudah sangat maju dari sisi tehnologi, dan mencoba membangkitkan kembali dengan memanfaatkan tehnologi yang ada kebanggaan mereka sebagai bangsa Korea yang kuat dan besar. Menurut saya melalui film TV seri ini cukup berhasil. Ada selentingan bahwa film TV seri ini dilarang diputar di Cina, karena ada komplikasi versi sejarah Cina berkenaan dengan area kekuasaan Goguryeo yang saat ini merupakan bagian dari Cina.
Film TV seri Jumong ini berhasil mencapai rating berkisar antara 40% s/d 60% tergantung eposidenya, yang suatu rekor di masyarakat Korea itu sendiri untuk film seri bertemakan sejarah. Kemudian film TV seri ini secara overlap diikuti dengan film seri Dae Joyoung yang total episodenya mencampai 134 dengan tayang 60 menit setiap episode. Film seri ini menceritakan kejatuhan kerajaan Goguryeo pada abad ke 6, dibawah kepemimpinan Jendral Yeon Gaesomun berhasil berkali-kali mengalahkan serangan Dinasti Tang yang dipimpin langsung oleh kaisarnya, Kaisar Li Shi Min, dan baru bisa dikalahkan setelah Li Shi Min meningal digantikan oleh anaknya dengan bantuan negara kecil Korea bagian Selatan, Silla. Kemudian salah satu panglima perangnya Dae Joyoung melanjutkan Dinasti Goguryeo dengan mendirikan kerajaan Balhae di area Manchuria saat ini. Walaupun tidak sehebat TV Seri Jumong, Dae Joyoung juga cukup mendapatkan perhatian di masyarakat Korea. Ternyata melalui media film TV seri, Korea bisa membangkitkan cinta tanah air dan bangsa.
Sejarah sebagai inspirasi cinta tanah air dan bangsa
Pada hakekatnya cinta tanah air dan bangsa adalah kebanggaan menjadi salah satu bagian dari tanah air dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang mengharumkan nama tanah air dan bangsa. Pada keadaan yang amburadul saat ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia? Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa.
Bangsa Korea yang selalu memotivasi dirinya dengan menghormati bendera dan lagu kebangsaannya, selalu memotivasi bangsanya untuk mencintai tanah air dan bangsanya. Walaupun dengan prestasi yang produk elektonik dan automotif-nya yang mampu ikut meramaikan pasaran dunia, Koreapun masih menggali inspirasi sejarah untuk diceritakan pada dunia bahwa bangsa Korea adalah bangsa yang besar dan hebat.
Bung Karno dulu juga sering menceritakan kebesaran kerajaan Majapahit untuk memotivasi bangsa Indonesia bahwa kita dulu adalah negara yang besar, dengan kekuatan armada lautnya bisa menguasai seluruh Nusantara, termasuk Singapore, Malaysia, Madagaskar, bahkan juga selatan Taiwan. Bahkan menurut sejarah dulu Singapore itu namanya Temasek, dan yang memberi nama ini adalah patih Gajahmada, oleh Raffles entah kenapa diganti jadi Singapore.
Kadang-kadang saya membayangkan kalau kisah kejayaan Gajahmada/Majapahit dibuat film TV seri dengan kwalitas seperti film TV Seri Korea, pasti bisa menumbuhkan kembali, kecintaan kita pada tanah air dan bangsa Indonesia. Pernah pada suatu saat ada bisnis meeting yang dihadiri oleh delegasi seluruh Asia Tenggara, pada waktu makan malam saya cerita pada mereka bahwa dulu di Indonesia pada abad ke 13 pernah ada kerajaan Majapahit yang menguasai Singapore, Malaysia, bahkan sampai ke Madagastar dan selatan Taiwan, mereka memandang bengong ke saya, seolah-olah saya orang yang baru mimpi atau orang gila barangkali dan mereka tidak ada yang percaya. Pasti mereka punya versi sejarah masing-masing yang berbeda dengan versi kita atau mungkin tidak pernah diceritakan perihal kerajaan Majapahit abad ke 13 ini. Oleh karena itu Korea perlu menceritakan sejarah versinya (yang sudah pasti beda dengan versi Cina dan versi Jepang) kepada dunia melalui media yang mendunia, tentang kebesaran bangsa Korea masa lalu.
Sungguh disayangkan, kwalitas film TV seri kita tidak bisa membuat saya tergerak untuk menonton satupun, kalau sekelibat lihat di TV, tehniknya sangat primitif, akting aktor dan aktrisnya amburadul, apa bisa membuat pemirsa seluruh dunia mau menonton? Kalau ada insan film dan produsen kaya nasionalis yang membaca artikel ini, anggap saja ini satu tantangan untuk membuat film TV seri Gajahmada / Majapahit dengan kwalitas seperti film TV seri Korea, Jumong atau Dae Joyoung yang bisa diputar mendunia (kalau diputar mendunia pasti menguntungkan juga akhirnya).
Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya. Sungguh sayang apabila warisan NKRI yang sudah diwariskan kepada kita dengan banyak pengorbanan darah dan airmata dari para “founding fathers” ini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya negara-negara maju lainya seperti USA, Jepang, Singapore, dll Semoga pada suatu saat ada pemimpin setaraf Bung Karno dalam hal membangkitkan kecintaan kita pada tanah air dan bangsa, sehingga seluruh komponen bangsa dengan sungguh-sungguh mau bekerja demi kejayaan Indonesia (bukan dengan sukaria merampok Indonesia, atau membantu para perampok yang hidup mewah di Singapore/Hongkong). Sehingga harapan dari WS Rendra seperti yang dikatakan pada pengukuhannya mendapat gelar Doctor HC, jaman Kalabendu (jaman malapetaka) saat ini segera akan digantikan dengan jaman Kalasuba (jaman sukaria) tidak usah menunggu kedatangan Ratu Adil.

Referensi : http://anangblackmetal.student.umm.ac.id/category/artikel/

0 comments:

Sejarah Lahirnya Sepakbola Indonesia dan Nilai Moral Pemimpin Pejabat Sepak Bola Indonesia

Sejarah Sepakbola Indonesia menjadi keinginan banyak pihak untuk dibakukan sehingga publik mendapatkan informasi yang jelas, utuh, dan ilmiah. Kalau sejarah kerajaan besar di Nusantara saja dapat teridentifikasi, tapi mengapa sepak bola Indoonesia tidak juga ada kejelasan?  sama dengan nasib dualisme sekarang tanpa ada kejelasan,Sayang  hal ini masih menjadi misteri yang tak terungkapkan.
Sempat terfikir oleh aku bahwa jangan-jangan memang belum ada satupun dokumen yang validitasnya kuat yang mengungkap Sejarah Sepak Bola Indonesia. Atau paling tidak hasil penelitian sejarah mengenai Sejarah Sepak Bola Indonesia oleh para sejarahwan, dst. Dan ketika menuliskan artikel ini saya semakin yakin akan dugaan bahwa Sejarah lahirnya Sepak Bola Indonesia memang belum ada.
Kesulitan yang pasti terjadi adalah tidak ditemukanya dokumen sejarah seperti lazimnya peninggalan purbakala yang berupa candi, tulisan di daun lontar, alat-alat, dll. Mungkin juga karena olahraga sepakbola dianggap sebagai aktifitas sosial yang kurang penting sehingga tidak terdokumentasikan dengan baik oleh nenek moyang kita. Agak berbeda dengan beberapa peninggalan sejarah Romawi dan Eropa ynag menemukan akan aktifitas sepak bola.
Hal yang sama juga terjadi pada pencarian mengenai sejarah munculnya olahraga sepak bola dimuka bumi ini yang masih juga mengundang perdebatan. Beberapa dokumen sejarah dunia menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari negeri Tiongkok, dst.
Disisi lain Bill Muray, seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, menjelaskan bahwa permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Menurut pendapat saya benang kusut tentang sejarah sepakbola Indonesia bisa mulai diurai dengan meneliti dokumen sejarah Indonesia yang ada di negeri Belanda. Menurut analisa saya sejarah Sepak bola ini diawali oleh pendatang dari luar negeri, bukan dari Indonesia asli. Jadi beberapa kemungkinannya adalah:
  1. Para pedagang dari negeri Tiongkok sekitar abad 7 M yang mulai masuk wilayah nusantara khususnya diwilayah kerajaan Sriwijaya. Seperti diketahui permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM sudah mengenal olah raga sejenis sepak bola yang dikenal dengan sebutan “tsu chu “.

  2. Dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang dari negeri Belanda, kalau mereka awal masuknya ke Indonesia sekitar tahun 1602 M maka sepakbola lahir dari perkembangan aktifitas dagang mereka di Indonesia.
Kedua kemungkinan lahirnya sejarah sepakbola diatas dapat menjadi kebenaran atau pula menjadi kesalahan, namun tidak ada yang boleh menjustifikasi kedua hal tersebut kecuali atas dasar fakta sejarah yang kuat. Disinilah letaknya urgensi dilakukanya penelusuran sejarah sepak bola nasional Indonesia untuk kemajuan sepak bola indonesia,bangsa yang luhur dan bermartabat bangsa yang  menghargai nilai sejarah dan perjuangannya. tidak seperti KPSI dan PSSI yang tidak menghargai Pahlawan  Soeratin,dan akibatnya terjadilah dualisme ini.jika pejabat sepak bola ini saling rendah hati dan menghargai sepak bola indonesia tidak akan adanya dualisme.

Referensi : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/11/27/sejarah-lahirnya-sepak-bola-indonesia-dan-nilai-moral-pemimpin-pejabat-sepak-bola-indonesia-506357.html

1 comments:

Sejarah sepak bola

sejarah sepak bola

Awal mula munculnya sepak bola cukup membingungkan. Beberapa dokumen mengatakan sepak bola berasal dari masa Romawi, namun ada juga yang menyatakan bahwa sepak bola berasal dari daratan Cina. FIFA sendiri sebagai badan sepak bola dunia menyatakan bahwa sepak bola berawal dari permainan yang dilakukan oleh masyarakat Cina pada abad ke-2 hingga ke-3 sebelum Masehi. Olah raga ini dikenal dengan nama “cuju“.

Sepak bola modern yang kita kenal sekarang diakui oleh berbagai pihak berasal dari Inggris. Sepak bola modern ini mulai dimainkan pada pertengahan abad ke-19 di sekolah-sekolah di daerah Inggris Raya. Pada tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, dengan nama Sheffield Football Club. Klub sepak bola ini merupakan gabungan dari beberapa sekolah yang memainkan permainan sepak bola. Pada saat yang sama, tepatnya tahun 1863, berdiri badan asosiasi sepak bola di Inggris, dengan nama Football Association (FA). Pada saat itu badan inilah yang mengeluarkan peraturan dasar permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih terorganisir.

Pada tahun 1886 terbentuk badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern di dunia, dengan nama International Football Association Board (IFAB). IFAB terbentuk setelah adanya pertemuan antara FA dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris. Hingga saat ini IFAB adalah badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, mulai dari peraturan dasar hingga peraturan yang menyangkutteknik permainan serta perpindahan pemain.

Tidak adanya badan yang mengatur permainan sepak bola di dunia internasional membuat perkembangan olah raga ini agak terhambat. Disadari oleh para pelaku sepak bola bahwa penting untuk membentuk sebuah organisasi yang membawahi dan mengatur permainan sepak bola secara global. Karena itu pada tanggal 21 Mei 1904 dibentuk sebuah badan sepak bola internasional di Perancis dengan nama Fédération Internatinale de Football Association (FIFA). Meskipun tebentuk di Perancis, namun kantor pusat dari FIFA terdapat di Zurich, Swiss. Sedangkan presiden pertama FIFA adalah Robert Guérin.

Sejak FIFA terbentuk, perkembangan sepak bola di dunia pun semakin pesat. Hal ini karena salah satu tugas utama dari FIFA adalah melakukan promosi dan sosialisasi tentang sepak bola ke berbagai belahan dunia. Perkembangan sepak bola yang pesat di dunia ini dapat dilihat dari banyaknya negara yang masuk menjadi anggota FIFA. Hingga saat ini sudah lebih dari 200 negara yang masuk menjadi anggota FIFA.

Referensi : http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/06/sejarah-sepak-bola.html

0 comments:

Teknologi Terbaru Gitar Tanpa Senar

Teknologi Terbaru Gitar Tanpa Senar

Musik telah menjadi bagian penting dalam hidup kebanyakan orang di dunia ini. Diakui atau tidak, kehadirannya telah membawa perubahan gaya hidup. Industri musik menjelma menjadi tempat yang sangat menggiurkan bagi para pelaku industri kreatif dalam bidang musik, sebagai contoh adalah fenomena kelompok band yang dalam perjalanan karirnya tak bisa lepas dari industri ini. Dalam sebuah grup band, keberadaan para personil berikut aspek-aspek di dalamnya menjadi hal yang sangat penting dan harus diperhatikan, baik dari segi non-fisik (kekompakan, komitmen dan loyalitas) maupun dalam bentuk fisik (penampilan dan perangkat musik). Mengenai hal yang terakhir, seorang gitaris sebagai bagian dari personil band dituntut untuk selalu mencari inspirasi menggunakan alat khas miliknya yaitu gitar, baik itu dari jenis akustik maupun elektrik (gitar listrik) untuk selanjutnya dituangkan ke dalam sebuah lagu. Saat ini, perkembangan teknologi telah merambah ke semua bidang tak terkecuali dalam instrumen gitar berikut perlengkapannya. Beragam merk terkenal seperti Fender, Ibanez, ESP, Gibson, Jackson dll beramai-ramai memasarkan produknya. Bukan hanya gitar, perangkat pendukung seperti sound system serta aksesoris lainnya berupa efek dan speaker ikut dibuat dan dipasarkan. Dewasa ini, demam digital telah masuk ke industri musik dalam hal ini adalah perangkat gitar. Jika selama ini kita mengenal model gitar dengan 6 senar string ataupun nylon sebagai penghasil suara, kini telah hadir sebuah terobosan teknologi terbaru gitar tanpa senar yang bernama Misa Digital Kitara.
teknologi terbaru gitar tanpa senar

Kitara adalah gitar digital yang dibuat oleh Misa Digital Instruments. Teknologi terbaru gitar tanpa senar ini berbentuk mirip seperti gitar pada umumnya yang juga mempunyai 24 fret. Uniknya, instrumen ini tidak mempunyai senar pada bodinya. Terus bagaimana bisa berbunyi? Tenang dulu.. Seperti yang diungkapkan tadi bahwa ini adalah gitar digital. Untuk mengganti fungsi senar maka pada setiap fret tersebut telah ditanamkan enam tombol yang berguna mengeksekusi nada yang di inginkan. Selain itu, pada bagian bodi lain yaitu tempat yang biasa kita gunakan untuk memetik senar telah tersemat sebuah layar sentuh 8" yang berfungsi untuk memetik senar gitar. Software didalamnya juga menawarkan fitur mutakhir dimana kita bisa memilih berbagai suara karena terdapat 100 unik suara digital yang sanggup dimainkan dengan enam jenis efek suara, tentunya dengan variasi permainan. Bersama alat ini kita bebas bereksperimen menciptakan nada-nada unik sesuka hati.

misa digital kitara gitar
Terdapat dua varian yang ditawarkan produk ini yaitu Kitara berbahan Polymer ABS seharga US$ 849 atau Kitara Limited Edition dengan harga US$ 2.899 berbahan Aluminium. Mengingat kisaran harga dari keduanya yg terpaut jauh, perusahaan memberi bonus Photobook untuk setiap pembelian Kitara Limited Edition, yang didalamnya berisi histori perjalanan Kitara dari ide awal sampai berwujud produk gitar digital yang siap dimainkan. Selain konsep yang serba digital, alat ini juga mempunyai kelebihan yaitu kemudahan dalam standarisasi nada karena dapat distem otomatis sehingga kita tak perlu bersusah-payah menarik-ulur senar seperti gitar pada umumnya (kan nggak ada senarnya :D). Untuk selanjutnya bagaimana dengan Anda? Ingin bergaya seperti Dewa Budjana, Coki Netral, Eross Chandra atau John Petrucci? Dengan Teknologi terbaru gitar tanpa senar ini Anda dapat memainkan gitar ala gitaris-gitaris terbaik tersebut atau minimal bisa merasakan sensasi lain dalam bermusik.
referensi : http://situsinformasi.blogspot.com/2012/12/teknologi-terbaru-gitar-tanpa-senar.html

0 comments:

Tips Memilih dan Membeli Audio Mobil

Tips Memilih dan Membeli Audio Mobil

Berkendara mobil dengan nyaman, menyusuri jalan raya sambil mendengarkan lantunan musik membawa sensasi tersendiri. Bahkan, beberapa orang memutar playlist lagu kesukaannya dengan keras hingga terkadang membuat pengguna jalan yang lain merasa terganggu. Perilaku seperti ini perlu di hindari karena selain dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, kita juga bisa terkena sanksi aparat penegak hukum di jalan raya. Lepas dari itu semua, fenomena Audio mobil yang bisa diartikan segala perangkat yang berhubungan dengan musik pada kendaraan (mobil) selalu mengundang perhatian. Berbagai forum di internet ramai-ramai membicarakan topik yang berhubungan dengan dunia otomotif berikut perangkat serta panduan cara modifikasi. Tips memilih dan membeli Audio mobil merupakan salah-satu tema yang kerap mengundang pengunjung untuk datang dan ikut berkomentar maupun memberi testimoni berdasarkan pengalamannya. Bila kita pernah membaca literatur atau referensi, aspek-aspek dalam teknologi Audio mobil sangatlah kompleks. Tak cukup sekedar membeli Amplifier dengan harga yang mahal tetapi perlu juga memperhatikan karakter produk tersebut supaya benar-benar mendapat yang terbaik dan berkualitas. Dalam merancang juga harus cermat dan memilih installer yang handal.

Tips Memilih dan Membeli Audio Mobil

 Hal pertama yang bisa dijadikan tips awal dalam memilih dan membeli Audio mobil adalah menentukan anggaran atau dana. Memasang Audio pada mobil tidak selalu membutuhkan uang yang banyak. Dengan mengetahui besarnya saku, tentu kita dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kemampuan. Hal selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengetahui selera kita sendiri tentang jenis musik. Slow Rock, Metal, Dangdut dll yang nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan kapasitas komponen Audio.

Bila kita adalah penggemar Dangdut atau jenis musik-musik yang menonjolkan suara Bass, maka mengganti Speaker bawaan (standar) sangat direkomendasikan. Dengan langkah ini maka kualitas suara Bass dapat dimaksimalkan menurut kehendak kita. Untuk urusan Power Amplifier, carilah yang benar-benar mengedepankan kualitas dan telah teruji. Kita bisa menemukannya dari sumber-sumber terpercaya baik itu majalah, tabloid ataupun forum yang membahas tips memilih dan membeli Audio mobil. Pada bagian ini dibutuhkan kejelian karena nantinya Power Amplifier ini sangat menentukan output suara yang kita inginkan. Kita juga bisa menambahkan Sub Woofer agar mendapatkan suara Bass yang mendentum keras dan mantap.

Tips memilih dan membeli Audio mobil adalah pendekatan untuk memaksimalkan sumber daya yang kita punya. Realita di jalan raya saat ini cukup untuk dijadikan alasan yang kuat. Fenomena macet serta lalu-lintas yang semrawut acapkali membuat pikiran kita stres. Dengan mengaplikasikan sebuah perangkat musik di dalam mobil, minimal dapat menambah keceriaan dan menyegarkan pikiran, tentu dengan setingan yang tepat. Menyetir mobil akan terasa nyaman sehingga tingkat kefokusan selalu terjaga. Menjadi penumpangpun akan terasa nyaman dan bisa menikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.
referensi : http://situsinformasi.blogspot.com/2012/12/tips-memilih-dan-membeli-audio-mobil.html

0 comments:

Kendaraan ramah lingkungan

Kendaraan Alternatif Mobil Ramah Lingkungan

Lalu-lintas yang kian padat di jalan raya menjadi masalah serius Indonesia saat ini. Pengertian ini bisa dibuktikan dengan membengkaknya kendaraan bermotor setiap tahun tidak di imbangi dengan ruas jalan yang cukup. Transportasi yang merupakan aspek penting dalam kehidupan belum terkelola dengan baik. Jakarta yang mengambil peran ibu kota menyiratkan pengelolaan transportasi massal yang berantakan, kemacetan dimana-mana. Kondisi semacam ini menjadi semakin pelik dengan keterbatasan cadangan minyak di masa depan. Situasi yang berkembang ini memunculkan ide para produsen mobil di dunia untuk mengembangkan konsep baru berupa kendaraan alternatif, teknologi mobil ramah lingkungan atau biasa disebut ECO Green. Ada beberapa jenis yang ditawarkan yaitu mobil hybrid dengan energi listrik serta mobil tenaga surya (sinar matahari). Toyota mencatatkan diri sebagai perusahaan otomotif pertama yang memunculkan mobil jenis hybrid dengan nama Toyota Prius yang dilempar ke pasaran Indonesia dengan harga berkisar Rp 400 jutaan per unit untuk seri paling murah yaitu Prius C.

Mobil Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Cara kerja kendaraan alternatif mobil ramah lingkungan dalam hal ini jenis hybrid Toyota Prius tak jauh beda dibandingkan mobil-mobil biasa (konvensional). Yang menjadi pembeda adalah sistem kerja pada sumber tenaga. Prius tetap memakai mesin bensin namun disandingkan dengan motor listrik. Hal ini menjadi keunikan tersendiri. Saat menyalakan mesin, yang bekerja pertama kali adalah motor listrik sedangkan mesin bensin pada kondisi off atau mati. Selanjutnya, pada saat masuk kecepatan 40km/jam mesin bensin mulai hidup dengan sendirinya (otomatis). Selain berfungsi untuk penggerak mobil, pada saat itu mesin bensin juga bertugas mencharge baterai (isi ulang) bilamana dibutuhkan. Pada kecepatan yang lebih tinggi di kisaran 60km/jam ke atas dengan otomatis motor listrik akan menyala lagi memberi energi tambahan mesin bensin, hingga saat kecepatan tinggi Toyota Prius tetap sanggup berjalan stabil. Teknologi ini mampu menekan gas buang menjadi sangat minim.

Kendaraan alternatif mobil ramah lingkungan yang kedua adalah menggunakan tenaga surya. Jenis mobil ini murni memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber utama listrik. Energi dari sinar matahari diambil melalui panel cell surya selanjutnya dikonversi sebagai penggerak motor listrik yang tugasnya memutar roda mobil. Supaya efektif menyuplai tenaga dengan stabil maka mobil ini harus diberi penyimpan energi yang pada umumnya memakai baterai. Diperlengkap dengan perangkat kontrol untuk mengatur kecepatan, mobil tenaga surya memungkinkan untuk diatur kecepatannya / di set sebelum berjalan. Pertanyaan selanjutnya adalah dengan memakai energi matahari sebagai tenaga satu-satunya, bagaimana pada saat kondisi hujan? Apakah mobil ini cuma efektif di musim kemarau saja? Menjadi pekerjaan rumah bagi para pengembang agar ditemukan solusi terbaik.

referensi : http://situsinformasi.blogspot.com/2012/12/Kendaraan-Alternatif-Mobil-Ramah-Lingkungan.html

0 comments:

Sejarah kata teknologi



Dalam artikel kali ini saya akan sedikit mengulas tentang Sejarah Teknologi, mungkin diantara sobat sudah basi dengan kata teknologi yang barangkali hampir tiap hari kita ucapkan, nah dibalik kata teknologi tersebut mungkin masih ada diantara sobat yang bertanya apasih arti teknologi itu?, Darimana sih asal kata teknologi itu?, Siapa sih yang pertama kali menggunakan kata Teknologi itu? Oklah kalau begitu kita simak saja ulasannya.

Apa yang dimaksud dengan Teknologi?
Teknologi dapat dikatakan suatu perkembangan penemuan media / alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien yang berguna untuk memproses serta mengendalikan suatu masalah.

Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis dari terapan ilmu pengetahuan atau dapat pula diartikan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan alat yang diperlukan bagi kebutuhan dan kenyamanan hidup manusia.

Pada zaman Industrialisasi seperti saat ini, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan industri. Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. Namun teknologi sudah sejak lama kita rasakan, hanya saja mungkin kita tidak menyadarinya dan itu merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman tentu memiliki teknologinya sendiri.

Nah dari manakah asal kata Teknologi Itu?
Sabar sob dibawah adalah jawabannya. hehe
Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.

Nah sekarang siapakah orang pertama yang menggunakan kata Teknologi itu?
Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Nah insya Allah setelah membaca artikel singkat diatas sobat akan lebih percaya diri dalam menggucapkan kata teknologi, seandainya nanti ada yang bertanya, karena sobat sudah lebih paham Apa yang dimaksud dengan teknologi, Asal kata teknologi dan orang pertama yang menggunakan kata teknologi

1 comments:

Sejarah gerakan pramuka di indonesia

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir [[besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916. Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaanse Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. 

Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928. Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

Sejarah gerakan pramuka Indonesia - Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta. Nah, itulah sekilas mengenai sejarah gerakan pramuka Indonesia mudah-mudahan bermanfaat.

referensi : http://hipni.blogspot.com/2012/08/sejarah-gerakan-pramuka-indonesia.html

0 comments:

Buah kiwi kaya nutrisi

Buah Kiwi yang Kaya Nutrisi

Vitamin C sangat dibutuhkan untuk mendukung agar tubuh tetap sehat dan bugar. Untuk mendapatkan vitamin tersebut, buah kiwi bisa menjadi pilihannya.

Di balik rasanya yang segar dan penampilannya yang menggoda, kiwi juga menyimpan berbagai manfaat untuk tubuh. Pada buah yang awalnya dikenal sebagai Chinese Gooseberry ini diketahui memiliki vitamin C yang tinggi dibanding buah-buah lainnya.

Bahkan, berdasarkan penelitian, buah yang banyak dihasilkan di New Zealand ini tidak hanya memiliki kadar vitamin C yang tinggi, juga telah terbukti bahwa vitamin C pada buah berbulu ini juga terbukti lima kali lebih efektif diserap oleh tubuh. Bukti ini diperkuat dengan hasil uji praklinis yang dilakukan University of Otago New Zealand.

Riset tersebut meneliti ketersediaan alami (bioavailibility) dan efikasi (kemanjuran) vitamin C dari sumber alami dibandingkan dengan vitamin C dari suplemen. Sumber alami yang digunakan dalam studi ini adalah buah kiwi Zespri Green dan Gold.

Hasil studi yang telah dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition untuk pertama kalinya dipublikasi secara online pada Desember 2010 ini juga menyimpulkan bahwa dosis vitamin C yang konstan (disarankan dikonsumsi harian) sangat diperlukan untuk mencapai tingkat vitamin C dalam tubuh secara maksimal.

Hal senada juga dikatakan dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK. Dia menyebutkan vitamin C sangat berperan dalam tubuh. Beberapa manfaat vitamin C, yaitu sebagai antioksidan, kofaktor untuk pembentukan kolagen dan berbagai hormon, dan peningkat sistem imun tubuh untuk mencegah berbagai penyakit.

“Akan tetapi, kadar vitamin C yang ada di tubuh sangat cepat menurun.Karena itu, rajin-rajinlah mengonsumsi vitamin C,” paparnya dalam acara Zespri Kiwifruits Media Workshop yang mengangkat tema “Vitamin C dalam Zespri Kiwifruit: 5 kali Lebih Efektif Diserap Tubuh”.

Fiastuti mengatakan, vitamin C menjadi vitamin yang mudah hilang dari jaringan. Untuk itu, sebaiknya memilih buah yang bisa mengandung vitamin C yang tidak mudah hilang. Memang selama ini kekurangan vitamin C masih sering diabaikan. Apalagi gejala kekurangan vitamin C tidak terlihat.

”Salah satu buah yang terbukti memiliki kandungan vitamin C yang tinggi adalah buah kiwi,” sebutnya.

Dia menuturkan, dengan mengonsumsi dua buah kiwi sehari mencukupi lebih dari kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa. Kandungan vitamin C pada buah kiwi dua kali lebih tinggi dibandingkan jeruk dengan perbandingan berat (gram) yang sama.

Selain itu, kiwi kaya asam folat yang bermanfaat bagi ibu yang ingin hamil, juga memiliki glycaemic indeks yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes. Salah satu aktris sekaligus penggemar buah kiwi, Olga Lydia, membenarkan bahwa kiwi sangat kaya serat.

Untuk itulah, dia paling rajin mengonsumsi buah kiwi secara teratur,baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan dapat menurunkan kadar kolesterol. Dia percaya bahwa dengan mengonsumsi buah kiwi yang kaya serat itu, berarti juga dirinya bisa menjaga kadar gula darah dalam tubuh, sekaligus membantu menstabilkan kadar lemak darah dan membantu membuat rasa kenyang.

“Jadi, kiwi pas banget buat yang lagi menjalankan program diet,” papar wanita yang juga menjadi brand ambassador dari Zespri Kiwifruit ini.

Judy Lee, Marketing Manager Zespri Asia, mengatakan, di Indonesia buah kiwi Zespri diperkenalkan dengan dua varian, yaitu Zespri Gold dan Zespri Green, yang makin hari semakin populer.

Buah kiwi Zespri Green dan Gold merupakan sumber vitamin C yang lebih baik daripada vitamin C dalam bentuk suplemen yang ditambahkan dalam air minum.

Referensi : http://doktereva.blogspot.com/2012/10/buah-kiwi-yang-kaya-nutrisi.html

0 comments: