0 comments:
Teori Organisasi
Teori Organisasi
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah
teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan
perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori
organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
1. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori
tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun
seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur
hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan,
kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila
orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para
teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya
terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku
tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang
dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama,
yaitu :
• Teori birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam
bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
• Teori administrasi : dikembangkan atas dasar
sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley
dari Amerika.
• Manajemen ilmiah : dikembangkan mulai tahun
1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
2. Teori Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran
hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan
atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya
aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian
kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan
“suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan
teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di
Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan
perlunya hal-hal sebagai berikut:
a. Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses
pengambilan keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola
spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada
para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
3. Teori Organisasi Modern
Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa
system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan
manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu
kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa
organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang
stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.
Perbedaan Teori Modern dan Teori klasik :
a.Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi
organisasi , sedangkan Teori Modern dengan tekanan pada perpaduan dan
perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
b. Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar
dan vertical, sedangkan Teori Modern lebih dinamis dari pada teori lainnya dan
meliputi lebih banyak variable yang dipertimbangkan.
Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal
yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu :
a. Komunikasi
b. Konsep keseimbangan
c. Proses pengambilan keputusan
Referensi :
Pengertian Organisasi
Pengertian
Secara sederhana, organisasi adalah
suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan
dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
Organisasi juga dapat diartikan
sebagai suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Didalam
organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan diperlukan banyak
proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi strukturalnya yang ada
sebagai contoh : IT,Marketing dll.
Dan menurut
para ahli sebagai berikut :
1.
Organisasi
Menurut Stoner
Organisasi
adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah
pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I.
Bernard
Organisasi
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
Mengapa organisasi
dikatakan sebagai wadah dan proses? Jelaskan?
Organisasi Sebagai Wadah
Maksud dari wadah di dalam organisasi adalah tempat dimana suatu kelompok berkumpul untuk membicarakan dan bekerja sama dalam satu tujuan.Di dalam organisasi tersebut tempat orang-orang bertukar pikiran dan menuangkan ide-ide mengenai organisasi tersebut,karena itu maka dapat disebut sebagai wadah.
Maksud dari wadah di dalam organisasi adalah tempat dimana suatu kelompok berkumpul untuk membicarakan dan bekerja sama dalam satu tujuan.Di dalam organisasi tersebut tempat orang-orang bertukar pikiran dan menuangkan ide-ide mengenai organisasi tersebut,karena itu maka dapat disebut sebagai wadah.
Organisasi sebagai proses
Maksud
dari proses di dalam organisasi adalah dimana ide-ide dan saran dari anggota
organisasi tidah hanya sebagai catatan saja,melainkan akan di proses menjadi
sesuatu yang lebih baik dalam arti lain mengaplikasikan ide-ide yang telah
dikumpulkan di dalam wadah tersebut.
Organisasi
ada formal dan informal jelaskan? Dan berikan contohnya
Organisasi Formal Resmi
Organisasi formal/ Resmi adalah organisasi yang dibentuk
oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan
dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan,
akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur
yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa
komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi
masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara
eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat
lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal
tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka
beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi
formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan
universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat
dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk
menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat
eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan
tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi
seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi
organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan
terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi
organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
- Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
- Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
REFERENSI:
Diet Anti Kanker
Banyak sekali model diet
anti kanker yang ada di saat ini. Sederhananya Anda bisa cari dengan
“Google” dan Anda akan menemukan ribuan diet anti kanker yang
dipromosikan mulai dari Herbalist sampai ke dokter, mulai dari
selebritis sampai penderita kanker yang sembuh. Contohnya di bulan
November 2004, Majalah Time bekerja sama dengan CNN mempublikasi sebuah
artikel mengenai diet anti kanker. Dalam artikel tersebut mereka
menyarankan diet dengan buah-buahan serta sayur-sayuran yang berserat
tinggi dapat membantu untuk melawan kanker hal itu diperkuat dengan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Biomarkers Epidemiologi dan Program
Pencegahan Kanker. Penelitian tersebut berkembang dan menyarankan bahwa
sayur mayur yang berwarna juga sangat berguna untuk melawan kanker.
Sangat direkomendasikan agar Anda berbicara dengan onkologi Anda
sebelum memulai pengobatan kanker termasuk diet anti kanker, bahkan bagi
pasien yang sehat pun tetap harus berkonsultasi dengan dokter mereka
sebelum memulai diet anti kanker. Walaupun para dokter sudah menyarankan
konsumsi berbagai buah dan sayur mayur untuk diet, tetapi tetap perlu
berkonsultasi lebih dalam dengan dokter Anda untuk memutuskan diet anti
kanker yang terbaik untuk Anda jalani.
Merokok dan diet ternyata merupakan dua resiko tertinggi penyebab
kanker menurut Harvard dalam laporannya mengenai pencegahan pada
kanker. Bahkan pada kenyataannya diet memainkan peranan penting dalam
menimbulkan kanker dibandingan dengan masalah keturunan. Karena itu
membuat perubahan besar dalam pola makan dapat menurunkan resiko kanker.
Pada diet anti kanker ini juga membutuhkan lemak, tetapi jumlah lemak
baik yang perlu dikonsumsi dalam diet ini hanya 20% dari total konsumsi
makanan per hari. Lemak yang dibutuhkan pada diet ini adalah lemat tak
jenuh, yang dapat ditemukan dalam makanan nabati, seperti
kacang-kacangan dan minyak nabati. Sumber lain adalah makanan laut
seperti salmon dan tuna, karena jenis makanan tersebut mengandung omega 3
dan juga asam lemak yang tinggi.
Selain diet perlu juga melakukan olah raga secara teratur. Olah raga, management stress dan diet anti kanker sangat mungkin membuat kita terhindar dari kanker.
REFERENSI:http://artikeltentangkesehatan.com/diet-anti-kanker-3.html
Makanan dan Minuman Pencetus dan Pereda Stres
Makanan dan Minuman Pencetus Stres
Makanan-makanan yang tinggi kadar garam dan lemak merupakan makanan pencetus stres. Penyebabnya karena makanan tersebut memacu produksi hormon stres yaitu hormon kartisol. Hormon tersebut akan menghambat kerja dari serotonin, yang berperan mempengaruhi mood atau suasana hati, karena sifatnya menenangkan dan mengontrol rasa gelisah. Efek lain dari kartisol adalah menyebabkan pelepasan hormon neuropeptide Y dan hormon galanin yang membuat seseorang ingin mengkonsumsi makanan berlemak dan makanan yang manis. Akibatnya, seseorang akan mengalami bad mood terus.
Makanan siap saji seperti nugget, bakso, sosis atau makanan kaleng olahan merupakan makanan yang dapat memicu stres karena pada makanan ini banyak mengandung garam dan lemak. Karbohidrat sederhana seperti roti atau mie dan lemak trans juga merupakan makanan penyebab stres.
Selain makanan, pilihan minuman yang dipilih juga dapat menyebabkan stres. Minuman keras dan beralkohol,kopi, serta minuman dengan kadar kafein tinggi tidak baik untuk mood Anda. Kurangi minum minuman tersebut agar tidak memicu stres Anda.
Makanan dan Minuman Pereda Stres
Kandungan vitamin B, omega 3, asam folat, magnesium dan vitamin C dapat menjadikan suatu makanan digolongkan sebagai makanan pereda stres. Pilih makanan yang mengandung antioksidan yang akan membantu melancarkan fungsi memori.
Alpukat, pisang, ikan tuna, ikan salmon, ikan sardin, susu, dan yoghurt banyak mengandung vitamin B. Sedangkan asam folat dapat diperoleh dari oatmeal, jeruk atau asparagus. Magnesium, yang dapat membantu Anda tidur pulas, banyak terdapat pada kacang almond, sayur bayam atau tofu yang akan membantu tubuh memproduksi dopamin. Sedangkan makanan dengan vitamin C dapat dengan lebih mudah ditemukan pada buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji atau stroberi.
Untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan, menu makanan Anda hendaknya dikombinasikan. Pada waktu jam makan, pilih makanan dengan kandungan protein, lemak sehat dan karbohidrat kompleks. Kombinasi yang baik akan membuat gula darah stabil dan mengurangi keinginan untuk makan cemilan.
Setelah mengetahui makanan pereda stres, perlu juga untuk mengetahui minuman yang mampu mengurangi stres. Cukup minum air putih, yaitu sebanyak 2 liter per hari atau menyeruput secangkir teh akan membantu menenangkan hati. Apalagi jika minum teh dengan keluarga dan dalam suasana yang menyenangkan, pasti akan menjauhkan Anda dari stres.
Setelah mengetahui makanan dapat memicu stres, maka kini pilih.
REFERENSI:http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/362-makanan-pencetus-pereda-stres.html
Makalah peran budaya daerah dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa
PERAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERKOKOH
KETAHANAN BUDAYA BANGSA
Ilmu Budaya Dasar
Disusun Oleh
Nama : Mochamad Ramadhan Satrio Pratomo
Kelas :
1KA41
NPM :
14111529
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2011
PERAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERKOKOH
KETAHANAN BUDAYA BANGSA
Ilmu Budaya Dasar
Disusun Oleh
Nama : Mochamad Ramadhan Satrio Pratomo
Kelas :
1KA41
NPM :
14111529
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2011
Mata Kuliah
: Ilmu Budaya
Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik
Makalah
Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh Ketahanan
Budaya Bangsa
Kelas : 1-KA41
Tanggal Penyerahan Makalah : 03 April 2012
Tanggal Upload Makalah : 04 April 2012
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya
menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat
sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila
terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100
untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama Lengkap
|
Tanda Tangan
|
14111529
|
Mochamad
Ramadhan Satrio Pratomo
|
|
Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulliah saya ucapkan kehadirat pada Allah SWT,
karena makalah ini dapat disusun sesuai harapan, tepat pada waktunya dan dapat
diterima dengan baik.
Rasa terima kasih saya ucapkan kepada:
1.
Orangtua yang selalu memberikan doanya
2.
Dosen IBD Bapak Muhammad Burhan Amien yang selalu memberikan
ilmunya dan memberikan bimbingan kepada kita semua.
3.
Teman-teman di kelas 1KA41 yang bersedia memberikan saran, bantuan
dan informasinya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini membahas tentang
“Peran Budaya Daerah Dalam Memperkokoh
Ketahanan Budaya Bangsa”, Makalah ini berhubungan dengan mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar . Penyusun menyadari betul dalam menulis makalah ini
masih banyak kekurangan,oleh karena itu Saran dan kritik yang membangun sangat
Saya harapkan.
Penyusun berharap,
semoga makalah ini bermanfaat bagi sumbangsih ilmu pengetahuandan mampu
memberikan penjelasan tentang Peran kebudayaan dalam
membentuk kepribadian. Tentunya, semoga makalah ini bermanfaat dalam
mempelajari ilmu budayadasar dan mendapat nilai sesuai harapan.Demikianlah
makalah ini Saya buat, selamat membaca dan semoga bermanfaat untuk kitasemua.
Bekasi , 12 Maret 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................ 1
1.1. Latar belakang.......................................................................................................... 1
1.2. Tujuan....................................................................................................................... 2
1.3. Sasaran..................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN (ANALISIS SWOT)............................................................... 3
2.1.
Strenght (kekuatan).................................................................................................. 4
2.2.
Weakness (kelemahan)............................................................................................. 4
2.3.
Opportinity (kesempatan)......................................................................................... 5
2.4.
Threat (ancaman)...................................................................................................... 6
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI......................................................... 7
3.1.
Kesimpulan.............................................................................................................. 7
3.2.
Rekomendasi........................................................................................................... 7
Referensi............................................................................................................................ 8
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari
pulau-pulau dan merupakan negara kepulauan yang sangat luas, indah dan
beranekaragam dari berbagai aspek, seperti aspek kebudayaandi tiap dareah,
karena tiap daerah di indonesia di pisahkan oleh pulau, maka dari itu indonesia
mempunyai kebudayaan tiap daerah yang berbeda-beda yang di bedakan oleh iklim
dari situ kita dapat mengetahui perbedaan kebudayaan di tiap daerah di
indonesia, seperti bahasa, adat, watak, mata pencaharian, warna kulit dll, oleh
sebab itu kita patut bangga menjadi warga negara indonesia. Mungkin di dunia
indonesia merupakan negara yang mempunyai kebudayaan yang besar, sampai-sampai
ingin diakui oleh negara lain.
Dari sekian banyak kebudayaan di indonesia ini ternyata
tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga dapat menimbulkan dampak
negatif, seperti keributan antar suku karena kurang rasa persaudaraan antar
daerah, karena mereka menganggap suku mereka paling benar, padahal kita ini
satu bangsa, yaitu bangsa indonesia. Tidak seharusnya kita berkonflik sesama
saudara, walaupun kita di bedakan atas bermacam-macam perbedaan. Oleh karena
itu perlu adanya sosialisasi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,
waluapun sekarang sudah jaman era modernisasi, tetapi masih banyak masyarakat
indonesia yang gampang terprofokasi masalah.
Kebudayaan
di tiap daerah makin lama bisa di katakan makin kurang di lestarikan, oleh
karena itu perlu adanya rasa mencitai kebudayaan di tiap daerah oleh masyarakat
daerah itu sendiri, contohnya teman saya, dia anak keturunan orang jogja baik
dari ibunya maupun dari ayahnya, walaupun iya tinggal d daerah jakarta tetapi
iya tidak lantas harus melupakan kebudayaan asli orang tuanya tersebut, mungkin
buat dia melestarikan kebudayaan itu tidak terlalu penting, bisa dikatakan
sudah terlalu kuno, karena makin kesini tidak seperti jaman dlu, jaman sekarang
teknologi sudah makin berkembang dengan pesat dan adanya pasar bebas, dan
persaingan semakin ketat sehingga tidak ada watu bagi mereka untuk mempelajari
budayanya, untuk itu perlu adaya dukungan baik dari kesadaran diri sendiri,
orang tua dan pemerintah dalam melestarikan kebudayaan.
1.2.
Tujuan
1.
Menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar dengan baik
dan benar.
2.
Menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca.
3.
Dapat menjaga dan memelihara kebudayaan.
4.
Memahami pentingnya kebudayaan di tiap daerah.
5.
Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
6.
Memberi kesadaraan akan pentingnya mencintai
kebudayaan.
7.
Mengubah pola pikir masyarakat tentang kebudayaan
suatu bangsa.
1.3. Sasaran
Dibuatnya makalah ini ditujukan kepada seluruh masyarakat
Indonesia khususnya ditiap daerah bahwa pentingnya menjaga menjaga dan
melestarikan kebudayaan ditiap daerah yang dapaat memperkokoh budaya bangsa,
dan juga dibutuhkan peran dari pemerintah pusat maupun daerah bersama-sama
bahu-membahu menjaga dan melestarikan kebudayaan, jangan sampai kebudayaan
ditiap daerah hilang di telan jaman, seiring dengan perkembangan dijaman
sekarang, karena kalau bukan dari kita sendiri yang mau melestarikan siapa
lagi, jangan sampai kebudayaan kita diakui oleh Negara lain dan jangan sampai
orang luar negeri yang lebih mencintai dan mau mempelajari kebudayaan Indonesia
dibandingkan dengan masyarakat Indonesia sendiri. Leluhur kita sudah memberikan
amanat untuk menjaga tradisi kebudayaan secara turun temurun, bahwa suatu
kebudayaan di daerah dapat memberikan ciri suatu daerah tersebut, dan tidak
dapat di samakan dengan daerah lain.
BAB II
PEMBAHASAN (ANALISIS SWOT)
Kebudayaan daerah Indonesia yang beranekaragam menjadi suatu kebanggaan
juga tantangan untuk mempertahankan, mewarisi, serta melestarikannya kepada
generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena
memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan
tersendiri.
Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya peranan budaya daerah. Budaya daerah adalah
identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya daerah harus terus dijaga
keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.
Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai
dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari
negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Analisa
SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa
situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini
menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian
dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat
baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah
semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang
sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan
sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala permasalahan yang
terjadi.
Analisa
ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.
S= Strength (kekuatan) adalah situasi atau kondisi yang
merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2. W= Weakness (kelemahan) adalah situasi atau kondis yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3. O= Opportunity (kesempatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.
4. T=Threat (ancaman) adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.
2. W= Weakness (kelemahan) adalah situasi atau kondis yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3. O= Opportunity (kesempatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.
4. T=Threat (ancaman) adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.
2.1. Strenght
(kekuatan)
A.
Keanekaragaman budaya di tiap daerah
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan
keanekaragaman budaya, di tiap daerah di Indonesia memiliki keanekaragaman
budaya yang berbeda-beda, mulai dari bahasa, watak, kesenian dll yang membuat
Indonesia kaya akan budaya.
B.
Rasa
cinta tanah air di tiap daerah
Dengan ada rasa cinta tanah air dan menjunjung
tinggi rasa persatuan masyarakat Indonesia di tiap daerah membuat tidak adanya
lagi perbedaan di tiap daerah, yang sering kali menimbulkan konflik, hal ini
dapat membuat kebudayaan bangsa Indonesia di mata dunia lebih bagus, karena
Indonesia masyarakatnya adalah masyarakat yang saling tolong menolong dan
mempunyai rasa jiwa soial yang tinggi
C.
Kebudayaan
Indonesia di kagumi Negara lain
Kebudayaan Indonesia banyak sekali yang mengagumi,
tidak hanya masyarakat kita sendiri, tetapi orang asing sangat mengagumi
kebudayaan Indonesia, sampai-sampai mereka ingin mempelajari kebudayaan kita
dan ingin menjadi WNI
D.
Kebudayaan
indonesia menjadi warisan dunia
Banyak
kebudayaan Indonesia yang menjadi warisan dunia yang diakui oleh UNESCO,
seperti batik yang waktu lalu diklaim oleh Malaysia kini sudah tidak bias
diklaim lagi karena sudah diakui oleh UNESCO, bahwa batik adalah warisan dari
indonesia
2.2. Weakness (kelemahan)
A.
Kurangnya
mencintai budaya sendiri
Kurangnya
rasa mencintai akan kebudayaan dari masyarakat membuat kebudayaan khususnya
kebudayaan ditiap daerah kurang dilestarikan. Hal ini disebabkan karena
perkembangan jaman, orang-orang jaman sekarang lebih mementingkan ekonomi,
karena persaingan semakin ketat, dibandingkan dengan melestarikan kebudayaan.
B.
Kurangnya
perhatian pemerintah daerah maupun pusat
Kurangnya
dukungan dari pemerintah daerah sebagai pemimpin di daerah dan pemerintah pusat
sebagai pemimpin pusat pemerintahan
dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.
C.
Kurangnya
rasa persaudaran antar daerah
Sering
terjadinya konflik antar daerah memberikan kesadaran bahwa masih kurangnya rasa
persaudaraan antara masyarakat daerah yang satu dengan masyarakat daerah yang
lain.
D.
Kurang
mempromosikan kebudayaan di tiap daerah
Kurangnya
mempromosikan kebudayaan di daerah, seharusnya pemerintah daerah harus aktif
dalam mempromosikan kebudayaan di daerahnya, seperti mengadakan festival
tahunan yang di dalamnya ada kesenian musik, tarian, makanan dll
2.3. Opportunity (kesempatan)
A.
Mempromosikan kebudayaan daerah kepada
wisatawan asing
Hal ini ditujukan kepada
pemerintah daerah yang mempunyai peran penting untuk mempromosikan kebudayaan
di daerahnya dengan menjadikannya pariwisata, selain dapat mengenalkan
kebudayaan di daerah kepada wisatawaan asing.
B.
Menambah
devisa
Dengan mempromosikan kebudayaan
sebagai pariwisata, dapat juga menambah devisa bagi Negara.
C. Kemajuan Teknologi
Walaupun dalam masalah budaya teknologi sering kali merugikan
keberadaan budaya – budaya daerah tertentu, tapi karena adanya teknologi yang
semakin maju, membuat bangsa kita lebih mudah memperkenalkan kebudayaan nya
keluar melalu internet, dan media – media lainnya.
D.
Meningkatkan rasa nasionalisme
Dengan mempunyai rasa mencintai
dan menghargai kebudayaan bangsa dan menjadikan masyarakat yang mempunyai rasa
nasionalisme yang tinggi, artinya mereka mencintai asset Negara yang sudah
turun-temurun Dari leluhur.
2.4. Threat (ancaman)
A.
Kebudayaan di akui oleh Negara lain
Banyaknya kebudayaan nasional
yang diklaim oleh Negara lain karena kurang perhatiaanya pemerintah dalam
melindungi kebudayaan, sehingga diakui oleh Negara lain.
B.
Hilangnya kebudayaan di daerah
Seiring dengan perkembangan
jaman, makin lama masyarakat sudah mulai lupa akan kebudayaan daerahnya, hal
ini disebabkan karena tidak adanya kesadaraan dari masyarakat untuk mencintai
kebudayaan daerahnya sendiri, makin lama hal ini dapat menyebabkan hilangnya
kebudayaan di suatu daerah kalau sudah tidak ada yang mau menjaga dn meneruskan
kebudayaan.
C.
Pengaruh
budaya luar
Pengaruh kebudayaan luar sangat berpengaruh terhadap kebudayaan bangsa
hal ini dapat dilihat dari tingkah laku, gaya kehidupan.
D. Kemajuan Teknologi
Walaupun di
pandang baik, Kemajuan Teknologi sering kali membuat kemunduran pada kebudayaan daerah. Kaum muda
lebih menyukai bermain dengan teknologi dari pada belajar kebudayaan mereka
sendiri. Ini merupakan tantangan bagi kita untuk memperlihatkan permainan –
permainan daerah yang masih merupakan kebudayaan kita lebih baik dari pada
teknologi yang membuat anak bangsa tidak pernah berkembang dan bergabung dengan
alam
BAB III
KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
1.1. Kesimpulan
Dari keterangan diatas
kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa kebuyaan bangsa Indonesia adalah milik
kita bersama, oleh sebab itu butuh kesadaraan dari masyarakat bahwa pentingnya
kebudayaan daerah untuk memperkokoh ketahanan kebudayaan bangsa, didalam itu
masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan baik kelemahan dan ancaman,
tetapi disamping itu terdapat kekuatan dan peluang yang harus dengan
sungguh-sungguh dijalankan. Banyak Negara lain yang tidak seperti Negara kita,
yang tidak mempunyai keanekaragaman dalam kebudayaan
1.2.
Rekomendasi
Peran yang harus dilakukan adalah Pemerintah merupakan
komando dalammelestarikan kebudayaan sehingga Pemerintah harus lebih memberikan
kesempatan danmemberikan peluang bagi kebudayaan daerah maupun kebudayaan
nasional yang belumberkembang yaitu dengan meningkatkan perekonomian,
pendidikan dan stabilitasnasional, selain itu kerjasama antar Negara juga
diperlukan guna memperkenalkankebudayaan bangsa. Sedangkan peran Masyarakat adalah cermina dari suatu bangsa , suatubangsa akan dihargai dengan
kebudayaannya sehingga, kita sebagai Masyarakathendaknya selalu menjag dan ikut mempertahankan
kebudayaan agar tidak diklaim oleh Negara lain.
REFRENSI
Langganan:
Postingan (Atom)
Blogger templates
Categories
- TUGAS 1KA41 (10)
- TUGAS 2KA42 (3)
- TUGAS 2KA42 SMSTR 4 (3)
- TUGAS 3KA42 (1)
- TUGAS 4KA42 (1)
- TUGAS IBD 1KA41 (12)
- TULISAN 2KA42 (20)
- TULISAN 2KA42 SMSTR 4 (36)
Popular Posts
-
AUTOMOTIF MULTIMEDIA INTERFACE COLABORATION -
Teori Organisasi -
Sejarah Lahirnya Sepakbola Indonesia dan Nilai Moral Pemimpin Pejabat Sepak Bola Indonesia -
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MKDU -
SEJARAH MUNCULNYA MANUSIA PURBA -
Sejarah kata teknologi -
ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN -
Sejarah Kepolisian Indonesia -
Jilbab, Antara Gaya Dan Rekonstruksi diri -
OPEN SERVICES GATEWAY INITIATIVE
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.